Selasa, 30 Oktober 2012

SAHABAT


SAHABAT
       Pada saat saya masih kecil dulu, di urus orang tua, hanya bermain dengan saudara atau sepupu yang kadangkala berkunjung ke rumah, hal itu sudah sangat menyenangkan dan membahagiakan buat saya, Apalagi  jika semua keluarga berkumpul dan bersenang-senang serta bercerita bersama di rumah. Walaupun saya pada saat itu tidak bermain di luar rumah, saya sudah cukup senang akan hal itu.
       Namun, dalam waktu beberapa tahun, saya pindah rumah dan beberapa tahun kemuadian saya telah masuk sekolah TK, pada saat memasuki sekolah saya sangat gugup dan merasa segan mendekati teman-teman, karena keadaan dan lingkungan baru yang saya tempati serta masih kurangnya pengenalan saya terhadap teman-teman apalagi terhadap guru-guruku disekolah.
       Tetapi semakin lama saya bersekolah, saya semakin dekat dengan dengan teman-teman dan mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan di TK saya. Waktu semakin lama berjalan dan dari waktu-kewaktu saya sudah bertambah besar dan tidak terasa saya sudah masuk kesekolah tingkat SD.
       Pada saat pertama kali masuk sekolah saya lagi-lagi merasa gugup dan hanya bergaul dengan teman-teman TK saya yang kebetulan masuk kesekolah SD yang saya tempati, tetapi pada waktu itu saya sudah mulai tau cara bersosialisasi dengan lingkungan baru. Jadi, tidak memakan waktu lama saya sudah mendapat teman baru dan mulai akrab dengan mereka.
       Setelah beberapa hari saya bersekolah saya sudah mengenal semua siswa dan siswi sekelas saya, dan saya juga mendapatkan dua teman baru yang ternyata berdekatan rumah dengan saya, mereka bernama syaiful dan wahyudi, aku sangat senang pada saat itu dan bersyukur karena mereka berdua ingin berteman dengan saya. Kami sangat akrab dan bahkan kami mengunjungi rumah satu sama lain sepulang sekolah tanpa mengganti baju terlebih dahulu karena kami tidak sabar terhadap hal menyenangkan yang akan kami lakukan. Karena saya sangat sering melakukan hal tersebut, apalagi saya juga pergi tanpa di ketehui orang tua, kadangkala saya dimarahi dan diberi batasan oleh orang tua untuk tidak terlalu sering berkunjung kerumah teman apalagi tanpa seizing orang tua terlebih dahulu.
       Mereka berdua adalah teman terbaik saya, dan kami menganggap diri kami bertiga sahabat saat itu. Tetapi tak lama syaiful pindah sekolah ke Jawa pada saat kami kelas tiga SD, namun saya dan wahyudi tidak akan melupakannya dan selalu menunggu waktu kedatangannya kembali. Setelah beberapa tahun, Syaiful kembali pindah sekolah tetapi bukan di sekolah kami yang dulu, dia bersekolah di sekolah yang lain, tetapi kami tidak mengkhawatirkan persoalan itu karena jarak kami masih lumayang dekat dan kami masih bisa bertemu dan berkumpul setiap saat.  Waktu terus berjalan dan membuat persahabatan kami semakin erat.
       Tidak dirasa setelah enam tahun kami bersekolah di SD kami sudah masuk SMP. Kami sangat senang pada saat itu, karena kami bersekolah pada SMP yang sama, jadi peluang kami bertemu satu sama lain semakin besar. Namun, syaiful pada saat itu tidak sama kelas dengan saya dan wahyudi, dia kelas IIV2 dan kami berdua kelas IIV3.
        Waktu semakin barjalan, setelah kurang lebih tiga tahun belajar bersama di SMP waktu kelulusan kami menuju SMA telah tiba. Saya dan Wahyudi memutuskan bersekolah di SMAN 2 Masamba, namun sangat di sayangkan, karena atas keinginan orang tuanya syaiful memilih pesantren di Jawa.
       Saya sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti syaifil dan wahyudi, mereka ialah sahabat yang selalu mengisi hari-hari kosong saya dengan mengajak saya bermaian dan bercanda bersama, kami saling support satu sama lain dan merasa senang jika kami bertiga bersama. Pada saat kepergian Syaiful ke Jawa, saya sangat berharap ia cepat kembali agar kami dapat berkumpul seperti dulu lagi. Namun tidak lama, hanya beberapa bulan berlangsung saya mendapat kabar abik dari wahyudi, ia mengatakan bahwa syaiful sudah kembali dari jawa. Pada saat itu saya sangat senang mendengarnya, tetapi belum jelas mengapa ia sampai kembali,  saat itu saya beranggapan dia hanya kembali untuk berlibur. Namun, Saya sangat bersyur atas hal tersebut dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk bertemu dengan dia.
        Pada saat syaiful kembali dari jawa, Saya, Wahyudi, dan Syaiful selalu menyempatkan diri untuk bertemu jika terdapat waktu senggang, apakah untuk bermain bola ataupun melakukan kegiatan yang lain, serta kami bertiga selalu berkumpul pada hari jum,at sebelum shalat jum,at di mulai, apalagi keadaan menjadi tambah seru karena adanya teman-teman lain yang berdatangan.
       Saya berharap pertemanan kami bertahan sampai kami tua dan semakin erat seiring bertambahnya waktu dan usia. Saya juga sangat bersyukur kepada Allah swt, karena berkat Ialah sehingga saya dipertemukan dengan mereka dan mereka menjadi sahabat baik saya selama ini.
Wassalamu Alaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar